Kamis, 02 Desember 2010

Menanti pelangi

Pagi itu, langit sangat cerah. Secerah hati Mentari yang sedari tadi tersenyum memandang ke arah jendela. Rupanya, gadis tomboy itu sedang menanti kehadiran seseorang. Ia, telah mengenakan gaun indah berwarna merah jambu dengan hiasan pita berwarna kuning muda yang sangat anggun.
      Jam telah menunjukkan pukul 08.00 WIB. Seseorang yang ia nanti hingga kini belum juga datang. Senyum manis yang tadi terpancar di wajah cantiknya itu kini telah berganti menjadi kecemasan yang tak punya arah.
Ia menanti seorang yang sangat ia sayangi, Pelangi. Gadis berumur 17 tahun ini, akan pergi ke pesta ulang tahun salah seorang sahabatnya Cahaya. Tiba-tiba ponsel yang sedari tadi diam tak bersuara, kini berdering sangat keras hingga membuyarkan kecemasan Mentari. Dilihatnya ponsel itu bertuliskan “Pelangi” ia segera mengangkat telepon itu dengan perasaan tak sabar.
       Namun, apa yang terjadi ? bukan sesuatu yang menyenangkan yang ia dapat. Tapi, sebuah kabar yang membuat seorang Mentari yang sangat tegar meneteskan air matanya. Sebuah kabar dimana seorang sahabat yang ia nanti, kini berada di ICU di sebuah rumah sakit. Pelangi yang ia nanti mengalami kecelakaan yang amat dahsyat di perlimaan ketika perjalanan menuju ke rumah Mentari.
       Mentari yang telah berdandan cantik kini, harus kembali menjadi seorang Mentari yang seperti biasanya. Gaun indah yang ia kenakan, dengan sekejap telah berganti menjadi kaos yang bertuliskan Cahaya dengan sweeter kesayangannya dan celana jeans tiga perempat. Ia segera menuju ke tempat dimana sepeda motor yang selalu menemaninya berada. Mentari menuju rumah sakit tempat sahabatnya dirawat dengan kecepatan tinggi. Tak jarang ia hampir mengenai kendaraan lain yang dapat merenggut nyawanya.
        Sesampainya di rumah sakit, Mentari segera menghubungi Cahaya untuk memberitahukan padanya tentang ketidak hadirannya di acara ulang tahunnya agar ia tak kecewa pada Mentari. Seakan, Mentari benar-benar diuji. Cahaya sangat menginginkan kehadiran sang sahabat karib ini. Namun, Mentari mencoba untuk mengatur jadwalnya antara ke ulang tahun Cahaya dan menjenguk Pelangi.
        Tapi, kini semua telah terlambat. Sesampainya di ICU, keluarga Pelangi telah dirundung pilu yang mendalam. Sang sahabat yang ia nanti pagi itu telah tiada. Air matanya tak kuasa untuk ditahan. Di tengah pilu itu, ia melihat sosok Pelangi yang anggun mengenakan jubah putih berada di sampingnya dan memegang pundaknya. Senyuman manis terpancar dari raut wajah sang sahabat. Lalu, bayangan putih itu pergi. Seakan, pertanda sang sahabat telah tenang hidup di alamnya yang baru.
        Sepuluh menit sudah Mentari duduk di ruang tunggu untuk menangisi kepergian sang sahabat. Lalu, ia memutuskan untuk pergi ke pesta ulang tahun Cahaya. Apa yang terjadi ? Sesampainya di sana, dengan wajah murungnya, Cahaya mengusir Mentari. Karena, menurut Cahaya, itu adalah kesalahan Mentari karena tidak datang di acara ulang tahun Cahaya.
        Akhirnya, Mentari kembali pulang dengan kesedihan yang mendalam.


Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

Kalau habis baca artikel ini tolong comment ya :')

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...